![]() |
| Foto: Viktor Hurint |
Blepanawa – Upaya meningkatkan produktivitas tanaman jambu mete terus dilakukan di Desa Blepanawa. Penyuluh pertanian bersama pendamping lapangan melaksanakan kegiatan pemangkasan dan penjarangan tanaman mente di sejumlah kebun milik petani sebagai bagian dari pendampingan budidaya yang baik dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut melibatkan petani setempat yang diberikan penjelasan sekaligus praktik langsung mengenai teknik pemangkasan dan penjarangan yang benar. Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi pertumbuhan tanaman, meningkatkan sirkulasi udara, serta memaksimalkan penerimaan sinar matahari pada setiap pohon.
Menurut penyuluh pertanian, banyak tanaman mente yang tumbuh terlalu rimbun sehingga cabang-cabang saling bertumpuk dan menghambat pertumbuhan bunga maupun buah. Oleh karena itu, pemangkasan cabang yang tidak produktif menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan hasil panen.
“Pemangkasan bertujuan membentuk tajuk tanaman yang lebih baik, mengurangi cabang yang sakit atau tidak produktif, serta merangsang pertumbuhan tunas dan cabang baru yang lebih produktif,” jelas salah seorang penyuluh saat kegiatan berlangsung.
Selain pemangkasan, petugas juga melakukan penjarangan pada tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Jarak tanam yang terlalu sempit sering menyebabkan persaingan dalam memperoleh unsur hara, air, dan cahaya matahari. Melalui penjarangan, setiap pohon diharapkan memiliki ruang tumbuh yang lebih ideal sehingga dapat berkembang secara optimal.
Para petani menyambut baik kegiatan pendampingan tersebut. Selama ini sebagian petani masih mengandalkan cara-cara tradisional dalam pengelolaan kebun mente sehingga belum sepenuhnya memahami teknik pemeliharaan tanaman yang dapat meningkatkan produktivitas.
Dengan adanya praktik langsung di lapangan, petani dapat melihat manfaat pemangkasan dan penjarangan serta memahami bagian-bagian tanaman yang perlu dipelihara maupun yang harus dipotong. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara mandiri di kebun masing-masing.
Desa Blepanawa dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi pengembangan tanaman jambu mete. Komoditas ini menjadi sumber pendapatan penting bagi banyak keluarga petani, sehingga peningkatan produktivitas tanaman menjadi perhatian utama dalam program pendampingan pertanian.
Pendamping lapangan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin agar petani semakin terampil dalam menerapkan teknik budidaya yang baik. Selain pemangkasan dan penjarangan, petani juga didorong untuk memperhatikan pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta sanitasi kebun guna memperoleh hasil yang lebih maksimal.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan kebun-kebun mente di Desa Blepanawa dapat menghasilkan produksi yang lebih tinggi dan berkualitas, sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani serta memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat desa.
![]() |
| Foto: Viktor Hurint |


